Pantai Grajakan
Grajagan
merupakan pantai yang menarik untuk dikunjungi. Pantainya luas
diselimuti oleh pasir bersih. Di seberang pantai, bukit yang gagah
terhujam ke bumi dengan kuatnya. Pemandangan kampung nelayan menambah
pesona Grajagan. Wisatawan dapat membeli beberapa jenis ikan laut hasil
tangkapan nelayan. Gua pertahanan jaman jepang juga tersedia di tempat
wisata ini. Grajagan kira-kira 53 km ke arah selatan dari Banyuwangi.
Pantai Grajagan Sepanjang pantai selatan Banyuwangi memang
menjanjikan keindahan alamnya yang tiada tara terutama deretan
gunung-gunung, perkebunan, pantai, dan lautan yang terbentang luas dari
hamparan Samudera Hindia. Diantaranya pantai Grajagan,
Plengkung dan pantai lainnya yang ada di TN Alas Purwo. Grajagan
sangat ideal sebagai tempat transit atau sebagai pintu gerbang untuk
menuju ke pantai Plengkung. Disamping lokasinya tidak terlalu jauh untuk
menuju ke TN Alas Purwo, Grajagan juga sangat indah dan jauh dari
kebisingan kota. Dari Grajagan untuk menuju ke Plengkung dibutuhkan
waktu sekitar dua jam dengan menyusuri pantai menggunakan perahu sewa,
perjalanan itu ternyata hampir sama bila kita menggunakan mobil dengan
melewati jalan darat. Hal itu disebabkan jalan makadam menuju ke TN Alas
Purwo, kondisinya sangat buruk sekali.
Grajagan
dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin melancong ke TN Alas
Purwo dengan menggunakan perahu. Kawasan seluas 314 hektar ini berada di
hutan KPH Banyuwangi Selatan, tepatnya di petak 111 BKPH Curahjati
atau secara administratif pemerintahan terletak di desa Grajagan,
Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Wanawisata ini dikelola
oleh Kesatuan Bisnis Mandiri – Wisata, Benih dan Usaha lainnya
(KBM-WBU) Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Di Wanawisata Grajagan,
juga tersedia fasilitas berupa penginapan.
Pengunjung
yang ingin bermalam untuk menikmati keheningan alam dengan paduan
deburan ombak yang menggebu tidak perlu khawatir, dilokasi wisata ini
terdapat 10 kamar dan 2 rumah berbentuk bungalow yang menghadap kearah
laut. Tarifnyapun sangat variartif dan terjangkau antara 100 ribu – 150
ribu. Pelayanan di Wanawisata ini juga non stop selama 24 jam. Tetapi
wisatawan yang datang di tempat ini kebanyakan hanya wisatawan lokal,
jarang sekali turis bermalam disini, kata Supardi penjaga wanawisata
Grajagan yang sudah lebih 14 tahun bekerja ditempat ini. Namun demikian
tempat ini tetap layak untuk dijadikan sebagai tempat transit bagi
turis yang ingin ke TN Alas Purwo, imbuhnya.Wanawisata Grajagan ini
umumnya hanya rame dikunjungi pada hari libur saja, selain bisa
menikmati keindahan pantai dengan paduan hutan ini, pengunjung dapat
menyaksikan langsung aktifitas nelayan pada pagi hari saat berangkat
mencari ikan dan menurunkan ikan hasil tangkapannya. Pemandangan lain
yang bisa dinikmati disini melihat deburan ombak laut lepas dari atas
shelter dan tiga gua Jepang yang menghadap kearah laut selatan, yang
merupakan peninggalan tentara Jepang pada masa perang dunia kedua.
Untuk
menuju lokasi ini sangat mudah, jalannya sudah beraspal dan dapat
ditempuh menggunakan mobil pribadi atau kendaraan umum hingga ke
lokasi. Jika naik kendaraan umum dari arah Kota Banyuwangi
bisa naik bus jurusan Jember atau sebaliknya, dan turun di Benculuk,
dari Benculuk perjalanan dilanjutkan naik angkutan pedesaan sekitar 12
Km menuju. Grajagan. Perjalanan yang menarik dari Grajagan ke Alas
Purwo adalah menggunakan perahu sewa, utamanya menuju ke pantai
Ngagelan yang merupakan tempat penangkaran penyu belimbing, abu-abu dan
hijau. Tiap malam petugas disini selalu mencari telur penyu untuk
ditetaskan, wisatawan yang sudah sampai di Ngagelan ini bisa melepas
langsung penyu yang sudah siap dan waktunya dilepas ke laut lepas
setiap saat.
Pulau Tabuhan
Pulau
Tabuhan terletak 20 km dar kota Banyuwangi,tepatnya berada di desa
Bangsring,Kecamatan Wongsorejo. Luas Pulau Tabuhan kira-kira 5 hektar.
Pemandangan kebun lautnya sangat mengagumkan. Batu Karang adalah rumah
dari ribuan ikan kerang, bunga karang,udang karang, dan tumbuhan laut.
Pulau Tabuhan sangat cocok untuk scuba diving , karena airnya yang
sanagt jernih.
Pulau Tabuhan terletak persis di
tengah Selat Bali yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Pulau
Tabuhan masuk desa Bangsring kecamatan Wongsorejo kabupaten Banyuwangi.
Satu-satunya sarana transportasi yang menuju Pulau Tabuhan adalah
perahu nelayan yang bisa ditempuh dalam waktu 40 menit dari pantai
Kampe desa Bangsring kecamatan Wongsorejo. Perjalanan menuju Pulau
Tabuhan sangatlah menantang karena ombak besar siap menghadang para
wisatawan yang ingin memacu adrenalin.
Pemandangan
yang luar biasa yang dapat dinikmati oleh para wisatawan di Pulau
Tabuhan adalah hamparan pasir putih yang mengelilingi Pulau Tabuhan,
hamparan luas batu karang dan coral reef yang sangat menyejukkan mata
para wisatawan yang datang di Pulau Tabuban, mercusuar yang menjulang
tinggi yang berada di sisi timur, burung camar yang terbang melayang
diderunya air laut. Para wisatawan di Pulau Tabuhan juga dapat menikmati
beraneka biota laut, bintang laut, ganggang laut, gurita dan ikan-ikan
kecil yang berlompatan yang seolah-olah sedang menyambut kedatangan
para wisatawan di Pulau Tabuhan.
Para
wisatawan di Pulau Tabuhan juga dapat menikmati kekayaan flora dan
fauna. Dengan luas sekitar 5 hektare, Pulau Tabuhan menjadi tempat
favorit bagi berbagai jenis binatang, termasuk satwa yang dilindungi.
Salah satu satwa yang menjadi pelanggan tetap di Pulau Tabuhan adalah
burung maleo yang berasal dari Pulau Sulawesi dengan ciri-ciri berwarna
hitam, ukuran badannya sekitar 55 cm, kulit sekitar mata berwarna
kuning, dan kaki berwarna abu-abu. Kedatangan burung maleo ini merupakan
rutinitas bagi burung untuk melakukan migrasi. Burung maleo biasa
bersarang di daerah pasir yang terbuka dan hangat. Tujuannya, untuk
menetaskan telur, yang akan menjadi cikal-bakal bayi burung. Makanan
burung maleo antara lain ,biji-bijian, semut, dan berbagai jenis hewan
kecil. Inilah alasan mengapa Pulau Tabuhan menjadi tempat favorit burung
maleo.
Selain
burung maleo, Pulau Tabuhan juga menjadi arena singgah bagi burung
enggang gading. Hewan yang masuk daftar satwa dilindungi ini memiliki
ciri bagian perut, kaki, dan ekor, berwarna putih. Panjang burung
enggang gading sekitar 60 cm. Tetapi ditambah panjang bulu, bisa
mencapai 160 cm. Burung enggang gading sudah terbiasa hilir mudik di
Pulau Tabuhan, kata para nelayan yang sering singgah di Pulau Tabuhan.
Burung lain yang kadang-kadang mampir berada di Pulau Tabuhan adalah
burung jalak, burung yang menjadi maskot Pulau Bali.
Pantai Sukomade
Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu bertelur. Di tempat ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung aktifitas penyu naik ke pantai, bertelur maupun hanya sekedar memeti. Di tempat ini juga terdapat penetasan semi alami untuk menetaskan telur-telur penyu yang telah dikumpulkan oleh petugas. Wisatawan dapat turut aktif dalam usaha konservasi penyu dengan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut setelah ditetaskan pada penetasan semi alami.
Fasilitas yang terdapat di lokasi ini antara lain: Pondok Wisata, Camping Ground yang dilengkapi dengan pendopo untuk ruang pertemuan, Shelter, jalan trail wisata, information centre, laboratorium dan pondok kerja.
Obyek wisata lain yang ada di Pantai sukamade adalah Hutan mangrove yang terletak di muara timur Pantai Sukamade. Sungainya dapat dipakai berkano pada sore hari sambil melakukan pengamatan burung (Bird Waching) seperti Roko-Roko, Elang laut, Dara Laut dan masih banyak lagi burung burung yang dapat diamati, hal ini biasanya dilakukan sambil menunggu Sunset.
Untuk menuju ke sana, anda dapat menggunakan kendaraan umum atau pribadi. namun perlu diingat medan yang berbukit-bukit dituntut untuk menyesuaikan jenis kendaraan anda. Dari Kota Banyuwangi menuju ke kota Pesanggaran (60 km) kemudian dilanjutkan ke Sarongan (20 km) dengan angkutan umum atau truk. Sarongan-Rajegwesi-Sukomade (17 km). Tersedia Cottage dan Camping Ground untuk menginap bagi para wisatawan.
Jarak
Pantai Sukomade kira-kira 97 km ke arah barat daya dari kota
Banyuwangi. Pantai Sukomade merupakan pantai yang tenang dan indah. Pada
mulanya pantai ini ditemukan oleh Belanda pada tahun 1927. Karet, kopi
dan coklat ditanam di tanah perkebunan seluas 1200 hektar. Sukomade
meropakan hutan lindung alam di Jawa Timur yang berhubungan dengan
penangkaran penyu. Perjalanan malam hari ke pantai Sukomade menjadi tak
terlupakan.
Para
pengunjung dibimbing oleh para pemandu penjaga hutan yang
berpengalaman untuk melihat penyu yang mendarat ke pantai dan bertelur
di pantai pasir. Penyu betina biasanya bertelur hingga ratusan yang
diletakkan di dalam pasir di pantai. Penyu betina biasanya mulai
mendarat di pantai jam 07.30 malam dan kembali ke laut pada jam 12.00
malam hari.Bulan Nopember hungga Maret adalah musim penyu bertelur.
Jalan ke sukamade sangat menantang untuk dijelajahi. Sepanjang jalan
untuk mengunjungi tempat ini, para pengunjung bisa berhenti di pantai
Rajegwesi. Jangan juga sampai melewatkan Teluk Hijau, sebuah teluk
hijau dengan karang terjal yang indah mengitari. Berpesiar di pagi buta
untuk melihat binatang-binatang yang merumput di padang rumput juga
mengesankan. Tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang masih alami
yang harus anda tahu di ujung timur pulau jawa.
Pantai
Sukamade merupakan salah satu obyek wisata yang terdapat di zona
pemanfaatan intensif TNMB yang sangat potensial untuk kegiatan
ekowisata. Atraksi yang dapat dilakukan adalah pengamatan penyu
bertelur, pelepasan tukik, bird watching, camping, pengamatan rafflesia,
dan berkano.
Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu bertelur. Di tempat ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung aktifitas penyu naik ke pantai, bertelur maupun hanya sekedar memeti. Di tempat ini juga terdapat penetasan semi alami untuk menetaskan telur-telur penyu yang telah dikumpulkan oleh petugas. Wisatawan dapat turut aktif dalam usaha konservasi penyu dengan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut setelah ditetaskan pada penetasan semi alami.
Fasilitas yang terdapat di lokasi ini antara lain: Pondok Wisata, Camping Ground yang dilengkapi dengan pendopo untuk ruang pertemuan, Shelter, jalan trail wisata, information centre, laboratorium dan pondok kerja.
Obyek wisata lain yang ada di Pantai sukamade adalah Hutan mangrove yang terletak di muara timur Pantai Sukamade. Sungainya dapat dipakai berkano pada sore hari sambil melakukan pengamatan burung (Bird Waching) seperti Roko-Roko, Elang laut, Dara Laut dan masih banyak lagi burung burung yang dapat diamati, hal ini biasanya dilakukan sambil menunggu Sunset.
Untuk menuju ke sana, anda dapat menggunakan kendaraan umum atau pribadi. namun perlu diingat medan yang berbukit-bukit dituntut untuk menyesuaikan jenis kendaraan anda. Dari Kota Banyuwangi menuju ke kota Pesanggaran (60 km) kemudian dilanjutkan ke Sarongan (20 km) dengan angkutan umum atau truk. Sarongan-Rajegwesi-Sukomade (17 km). Tersedia Cottage dan Camping Ground untuk menginap bagi para wisatawan.
Baluran
Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan
ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe
vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai,
hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau
sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana
mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.
Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).
Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).
Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus).
Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.
Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).
|
Pada Hm. 80 Batangan – Bekol , terdapat sumur tua yang menjadi legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut menceritakan bahwa kota Banyuwangi, Bali dan Baluran sama-sama menggali sumur. Apabila, sumur di masing-masing kota tersebut lebih dahulu mengeluarkan air dan mengibarkan bendera, berarti kota tersebut akan merupakan sentral keramaian/ kebudayaan. Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi: Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober/November dan berkemah. Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan. Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung. Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang. Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut. Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul. Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran. Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%. Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya. Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya. |
Alas Purwo
Taman Nasional Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa.
Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.
Mangrove Blok Bedul
Tumbuhan khas dan endemik pada taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong). Tumbuhan lainnya adalah ketapang (Terminalia cattapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 13 jenis bambu.
Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.
Pada periode bulan
Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16
jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).
Plengkung
yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah
dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan
G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar
air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G.
Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan
hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung
termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan
berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di
Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.
Menyelusuri
pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan
menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk
bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.
|
Kawasan
wisata Blok bedul termasuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo,
terletak di desa Sumber Asri Kecamatan Purwoharjo. Kawasan Blok bedul
terdiri dari daratan ujung lemarengan dan segoro anakan kurang lebih
500 m, sedang panjangnya sekitar 16 kilometer. disepanjang tepian
segoro anakan terdapat tumbuhan mangrove yang masih alami dengan
ketebalan dari bibir pantai rata-rata 300 m.
Dalam kawasan Blok bedul
terdapat 27 jenis tumbuhan mngrove, beberapa jenis burung yang
diantaranya adalah : merak, raja udang, elang laut, burung migran dari
australia dan bangau. selain itu terdapat pula beberapa satwa yang
dapat ditemui disana yaitu kera, biawak, kijang, babi hutan dan penyu.
Di wisata blok bedul ini, pengunjung dapat
naik perahu menyusuri segoro anakan dengan naik perahu, yang oleh
penduduk setempat dinamai gondang gandung. sambil menikmati pemandangan
serta suasana hutan mangrove yang masih alami dengan aneka satwanya,
dapat pula pengunjung melihat aktifitas penduduk setempat mencari
kerang serta menjaring ikan.
1. Dari Banyuwangi kota menuju selatan ke arah kota benculuk 30 Km.
2. Dari Benculuk menuju kearah Desa Karetan kecamatan Purwoharjo kurang lebih 10 km.
3. Dari Desa Karetan ke arah desa Jatirejo lalu ke desa Curahjati dan desa Sumberasri.
silahkan mampir ke kantor desa sumber asri untuk cari informasi ke tempay tujuan. 2. Dari Benculuk menuju kearah Desa Karetan kecamatan Purwoharjo kurang lebih 10 km.
3. Dari Desa Karetan ke arah desa Jatirejo lalu ke desa Curahjati dan desa Sumberasri.
silahkan berkunjung dan selamat menikmati.
Plengkung
atau yang dikenal oleh wisatawan mancanegara dengan nama G-Land
merupakan surga bagi para peselancar profesional dari dalam negeri
ataupun mancanegara. Huruf G berasal dari kata Grajagan, nama dari
sebuah teluk yang memiliki ombak yang besar. G-Land dikelilingi oleh
hutan hujan tropis yang masih alami. Bulan Mei sampai Oktober adalah
bulan terbaik untuk surfing. G-Land menawarkan olahraga surfing yang
paling digemari oleh para pesurfer dan disarankan hanya untuk para
pesurfer profesional karena ombaknya yang dapat mencapai 5 meter.
Kebanyakan
dari para peselancar berangkat dari Bali, melalui Banyuwangi langsung
ke G-Land atau ke Grajagan, kemudian menyewa boat ke pantai Plengkung.
Untuk menginap tersedia Cottage dan Jungle camp dekat pantai bagi para
pengunjung.
Bagaimana Mencapai Pantai Plengkung atau G-Land?
Pantai Plengkung terletak di pantai
selatan Banyuwangi, ujung timur Jawa Timur. Para pengunjung dapat
mencapai Pantai ini dengan dua jalur; darat maupun darat dan laut.
Lewat
Darat : Banyuwangi-Kalipahit (59 Km) naik Bus, Kalipahit-Pasaranyar (3
Km) dengan ojek atau menyewa mobil, Pasaranyar Trianggulasi-Pancur (15
Km), Pancur-Plengkung (9 Km) dengan Mobil Khusus.
Lewat
Darat-Laut : Banyuwangi-Benculuk (35 Km) naik Bus atau kendaraan umum
lainnya, Benculuk-Grajagan (18 Km) dan Grajagan Plengkung dengan Speet
Boat.
Kedua
jalur menuju Plengkung tersebut semuanya tidak ada masalah. Jika
pengunjung memilih melalui Grajagan penginapan di pantai Grajagan
tersedia, dan para pengunjung bisa menikmati keindahan pantai Grajagan
sebelum berangkat ke pantai Plengkung.
Kawah Ijen
Kawah
ijen yang berada di ketinggian 2.386m dpl, merupakan kawah danau
terbesar dipulau jawa, kawah berbentuk ellips dengan ukuran kurang lebih
960 x 600 m dengan ketinggian permukaan air danau kurang lebih 2140 m
dpl dengan kedalaman danau kurang lebih 200 m serta merupakan danau
terasam didunia dengan ph 0,5. Kawah belerang berada dalam sulfatara
yang dalam. Kedalamannya 200 m dan mengandung kira-kira 36 juta meter
kubik air asam beruap, diselimuti kabut berbau belerang yang
berputar-putar diatasnya. Didalam kawah, berbagai warna dan ukuran
batu belerang dapat ditemukan. Sungguh, kawah ijen merupakan taman batu
belerang yang indah.
Pemandangan menjadi sangat unik ketika dari celah celah tebing curam terlihat begitu banyak para penambang belerang yang naik turun di sela-sela lereng kawah. Sekitar kurang lebih 100 orang membawa bebatuan kekuning-kuningan yang diatas pundaknya terlentang sebatang bambu dengan sejenis keranjang bambu yang dipenuhi puluhan kilogram belerang didalamnya yang tergantung disisi kanan kirinya. Beban yang dipikul memiliki berat yang beragam mulai 80 kg sampai dengan 120 Kg. tiap orang mondar-mandir, menggali belerang, naik turun, menuruni lereng beberapa kilometer sebelum beban dijual dipelelangan, dalam sehari dapat terkumpul belerang berkisar 6 sampai 7 ton. Itulah pemandangan alami kawah ijen kesehariannya.
Seperti halnya pemandangan di puncak gunung – gunung lainnya, pengunjung dapat melihat pemandangan yang menghampar luas kearah selat bali, serta pemandangan gunung lain yang ada di sekitar gunung ijen. Gunung ijen memiliki tetangga lain yaitu Gunung Merapi, Gunung Widodaren, Gunung Ranti dan Gunung Papak. Yang dapat dilihat dari pos paltuding.
ketika mendaki pengunjung akan melewati Pondok Bunder yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda, berbentuk setengah lingkaran sehingga lebih dikenal dengan pondok bunder ( bentuknya lingkaran ) fungsi utamanya untuk mengukur curah hujan. Lingkungannya sejuk dengan pemandangan Kaldera Pegunungan ijen raksasa ( G. Raung, G. Rantai, G. Suket, dan G. Papak ), disini juga merupakan bird waching area.
Bunga edelweis juga dapat ditemui di sepanjang bulan juli sampai september, dibulan-bulan ini bunga abadi ini mulai tumbuh dan bersemi..
Bagaimana Akomnodasi yang disediakan?
Bagi pengunjung yang tidak membawa perbekalan, tidak perlu kuatir, sebab di Paltuding yaitu pos terakhir sebelum pengunjung melakukan pendakian ke puncak telah tersedia beberapa warung makanan dan juga penginapan serta terdapat pula camping ground. Disepanjang pendakian ke puncak juga terdapat warung sederhana yang menjual makanan.
Bagaimana menuju ke kawah ijen?
Jalan akses dari Banyuwangi ke gunung ijen relatif sudah sangat baik
untuk dilewati berbagai jenis kendaraan. Bahkan kendaraan roda 2 dapat
dengan mudah melewatinya. Hal itu karena jalan disepanjang pintu masuk
yang berada di desa jambu ke kawasan wisata gunung ijen sampai dengan
pos terakhir di Paltuding sudah beraspal.Untuk mencapai Gunung Ijen dari Banyuwangi, bisa naik angkot trayek Banyuwangi - Licin – Jambu yang berjarak kurang lebih 45 km. Dari Jambu perjalanan dilanjutkan menuju Paltuding, dengan ojek atau sewa mobil. Paltuding merupakan Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam).
Dari Paltuding berjalan kaki dengan jarak kurang lebih 3 km. Lintasan awal sejauh 1,5 km cukup berat karena menanjak. Sebagian besar jalur dengan kemiringan 25-35 derajat. Selain menanjak struktur tanahnya juga berpasir sehingga menambah semakin berat langkah kaki karena harus menahan berat badan agar tidak merosot ke belakang. Setelah beritirahat di Pos Bunder ( pos yang unik karena memiliki bentuk lingkaran) jalur selanjutnya relatif agak landai. Selain itu wisatawan/pendaki di suguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah. Untuk turun menuju ke kawah harus melintasi medan berbatu-batu yang lumayan terjal sejauh 250 meter.
Pantai Rajegwesi
Pantai Rajegwesi berombak relatif kecil jika
dibandingkan dengan pantai selatan lainnya, dimanfaatkan masyarakat
sekitar kawasan untuk tempat pelabuhan kapal-kapal nelayan penangkap
ikan dan sekaligus sebagai tempat pelelangan ikan. Rajegwesi merupakan
salah satu tempat yang dikunjungi oleh berbagai wisatawan baik wisatawan
nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman), karena
memiliki obyek dan daya tarik wisata yang bervariasi.
Berbagai aktivitas dapat dilakukan wisatawan seperti melihat pantai, mandi dipantai, bersantai di pantai, foto, surfing, snorkling, camping dan kuliner (makan ikan bakar segar).
Atraksi wisata budaya yang sering dikunjungi wisatawan berupa wisata agro dan aktivitas masyarakat berupa cara pembuatan gula jawa (nderes) mulai dari pengambilan air kelapa sampai proses pembuatan gulanya.
Aktivitas nelayan dan adanya perayaan petik laut bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.
Berbagai aktivitas dapat dilakukan wisatawan seperti melihat pantai, mandi dipantai, bersantai di pantai, foto, surfing, snorkling, camping dan kuliner (makan ikan bakar segar).
Atraksi wisata budaya yang sering dikunjungi wisatawan berupa wisata agro dan aktivitas masyarakat berupa cara pembuatan gula jawa (nderes) mulai dari pengambilan air kelapa sampai proses pembuatan gulanya.
Aktivitas nelayan dan adanya perayaan petik laut bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.
Obyek wisata Rajegwesi dapat dijangkau melalui rute yaitu :
Jember/Banyuwangi - Jajag - Sarongan - Rajegwesi
Jalur tersebut dapat dilewati wisatawan dengan kendaraan roda empat
- Jember ke Jajag 84 km / 2 jam
- Banyuwangi ke Jajag 65 km / 1 jam
- Jajag ke Rajegwesi 40 km / 2 jam
Jember/Banyuwangi - Jajag - Sarongan - Rajegwesi
Jalur tersebut dapat dilewati wisatawan dengan kendaraan roda empat
- Jember ke Jajag 84 km / 2 jam
- Banyuwangi ke Jajag 65 km / 1 jam
- Jajag ke Rajegwesi 40 km / 2 jam
Fasilitas yang tersedia :
- Homestay
- Perahu nelayan
- Carter mobil
- MCK
- Homestay
- Perahu nelayan
- Carter mobil
- MCK
Pantai Trianggulasi
Wisatanesia.com-Pantai Trianggulasi. Nama trianggulasi diambil dari sebuah Tugu Trianggulasi, yaitu tugu penanda untuk keperluan pemetaan yang berada di pantai ini,
pantai yang berada di kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Pantai Trianggulasi memiliki hamparan pasir putih yang cukup luas dengan formasi hutan pantai yang didominasi oleh pohon bogem dan nyamplung. Lokasi ini cukup cocok untuk kegiatan wisata bahari, berkemah, maupun menyaksikan matahari tenggelam (sunset).
Pantai ini juga menyediakan wisma tamu dan pesanggrahan yang dapat digunakan wisatawan sebelum melanjutkan penjelajahan ke obyek-obyek wisata berikutnya.
Dari Pantai Trianggulasi, berjarak sekitar 5 km arah barat merupakan lokasi Pantai Ngagelan,
tempat untuk menyaksikan berbagai jenis penyu. Pantai ini menjadi
tujuan penyu untuk bertelur, serta menjadi lokasi khusus penangkaran
penyu. Penyu-penyu tersebut umumnya mendarat di pantai pada bulan
Januari sampai September setiap tahun. Pada bulan-bulan tertentu pula,
biasanya diadakan kegiatan pelepasan penyu-penyu yang sudah siap terjun
ke alam bebas pantai yang berada di kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Pantai Trianggulasi memiliki hamparan pasir putih yang cukup luas dengan formasi hutan pantai yang didominasi oleh pohon bogem dan nyamplung. Lokasi ini cukup cocok untuk kegiatan wisata bahari, berkemah, maupun menyaksikan matahari tenggelam (sunset).
Pantai ini juga menyediakan wisma tamu dan pesanggrahan yang dapat digunakan wisatawan sebelum melanjutkan penjelajahan ke obyek-obyek wisata berikutnya.
Teluk Hijau
Teluk Hijau, warga sekitar menyebutnya Teluk Ijo, dikelilingi hutan alami. Sesekali, kita bakal mendengar suara burung di antara pepohonan, suara ombak membuncah di batu karang teluk, dan hembusan angin yang sesekali lewat menderu.














No comments:
Post a Comment